Sunan Ibnu Majah Hadits 89 - Peringatan Terhadap Orang yang Mendustakan Takdir
Sikap Terhadap Kaum Pendusta Takdir Menurut Hadits Rasulullah
Sunan Ibnu Majah : 89
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 89
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مَجُوسَ هَذِهِ الْأُمَّةِ الْمُكَذِّبُونَ بِأَقْدَارِ اللَّهِ إِنْ مَرِضُوا فَلَا تَعُودُوهُمْ وَإِنْ مَاتُوا فَلَا تَشْهَدُوهُمْ وَإِنْ لَقِيتُمُوهُمْ فَلَا تُسَلِّمُوا عَلَيْهِمْ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya majusinya umat ini adalah orang-orang yang mendustakan takdir Allah. Jika mereka sakit maka janganlah kalian jenguk, jika mereka mati jangan kalian layat dan jika berjumpa dengan mereka maka janganlah kalian ucapkan salam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang-orang yang mendustakan takdir Allah dikategorikan sebagai kaum Majusi dari umat ini.
- Larangan menjenguk dan melayat para pendusta takdir sebagai bentuk sanksi sosial keagamaan.
- Larangan memulai mengucapkan salam saat berjumpa dengan kelompok yang menolak takdir.
