Sunan Ibnu Majah Hadits 90 - Gelar Kekasih Allah dan Kedudukan Abu Bakar
Hadits Kedudukan Istimewa Abu Bakar Ash-Shiddiq di Sisi Rasulullah
Sunan Ibnu Majah : 90
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 90
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى كُلِّ خَلِيلٍ مِنْ خُلَّتِهِ وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا إِنَّ صَاحِبَكُمْ خَلِيلُ اللَّهِ قَالَ وَكِيعٌ يَعْنِي نَفْسَهُ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Ketahuilah, sungguh aku adalah orang yang paling berlaku baik kepada setiap kekasihnya. Sekiranya aku dibolehkan mengambil seorang kekasih, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Sesungguhnya sahabat kalian ini adalah kekasih Allah". Waki' berkata: "Maksudnya adalah dirinya sendiri."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah SAW memegang kedudukan spiritual yang mulia sebagai kekasih pilihan Allah.
- Abu Bakar Ash-Shiddiq memiliki tempat paling utama sekiranya nabi mengambil kekasih dari manusia.
- Pentingnya menjaga kemurnian hubungan cinta tertinggi hanya ditujukan kepada Allah semata.
