Sunan an-Nasai Hadits 1007 - Perhatian Allah pada Suara Indah yang Melantunkan Al-Qur'an
Keistimewaan Suara Nabi yang Melantunkan Ayat Suci
Sunan an-Nasai : 1007
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1007
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زُنْبُورٍ الْمَكِّيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Allah subhanahu wa ta'ala tidak pernah mengijinkan untuk (melakukan) sesuatu sebagaimana Dia mengizinkan nabi-Nya untuk memperindah dan mengeraskan suaranya saat membaca Al Qur'an."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membaca Al-Qur'an dengan irama suara yang merdu dan sesuai kaidah tajwid adalah amalan yang sangat disukai oleh Allah.
- Allah memberikan pendengaran-Nya yang istimewa kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh melantunkan ayat suci.
- Mengeraskan suara dengan proporsional dan merdu dapat menjadi cara terbaik untuk mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.
