Sunan an-Nasai Hadits 1008 - Kemuliaan Memperindah Suara Al-Qur'an di Mata Allah
Mendapat Perhatian Penuh dari Allah Melalui Suara Indah
Sunan an-Nasai : 1008
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1008
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَذِنَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِشَيْءٍ يَعْنِي أَذَنَهُ لِنَبِيٍّ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Allah tidak pernah mengijinkan untuk sesuatu sebagaimana Dia mengijinkan Nabi-Nya untuk memperindah suara saat membaca Al Qur'an."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Melagukan dan memperindah suara (at-taghanni) ketika mengaji adalah bentuk ibadah yang mengundang perhatian penuh dari Allah.
- Kitab suci Al-Qur'an diturunkan tidak sekadar untuk dibaca kaku, melainkan untuk dirasakan keindahan makna dan suaranya.
- Umat Islam harus menjadikan gaya bacaan para utusan Allah sebagai teladan tertinggi dalam berinteraksi dengan ayat suci.
