Sunan an-Nasai Hadits 107 - Solusi Wudhu Saat Lengan Baju Sempit
Kisah Rasulullah Mengatur Pakaian yang Sempit Ketika Berwudhu
Sunan an-Nasai : 107
Sunan an-NasaiNomor Hadis 107
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ وَحُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ يَزِيدَ وَهُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ قَالَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيُّ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ تَخَلَّفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَخَلَّفْتُ مَعَهُ فَلَمَّا قَضَى حَاجَتَهُ قَالَ أَمَعَكَ مَاءٌ فَأَتَيْتُهُ بِمِطْهَرَةٍ فَغَسَلَ يَدَيْهِ وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثُمَّ ذَهَبَ يَحْسُرُ عَنْ ذِرَاعَيْهِ فَضَاقَ كُمُّ الْجُبَّةِ فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ فَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى الْعِمَامَةِ وَعَلَى خُفَّيْهِ
Telah mengabarkan kepada kami [Amru bin Ali] dan [Humaid bin Mas'adah] dari [Yazid yaitu Ibnu zurai'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Humaid] berkata: telah menceritakan kepada kami [Bakar bin Abdullah Al Muzani] dari [Hamzah Al Mughirah bin Syu'bah] dari [Bapaknya] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tertinggal (shalat berjama'ah) dan aku juga tertinggal bersama beliau. Setelah selesai dari hajatnya beliau berkata: 'Apakah kamu membawa air? ' lalu aku membawakan air untuk bersuci, maka beliau pun membasuh kedua tangannya dan membasuh mukanya. Kemudian beliau ingin membuka kedua lengan bajunya. Namun karena lengan bajunya terlalu sempit maka beliau menyingsingkannya di atas kedua pundaknya. Lalu beliau membasuh kedua lengannya dan mengusap bagian depan kepalanya serta surbannya, juga kedua sepatunya (khuf)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat diwajibkan memastikan seluruh permukaan anggota wudhu wajibnya terkena guyuran air dengan sempurna.
- Diperbolehkan meminta tolong pada rekan untuk mengucurkan air atau dibawakan alat bersuci.
- Melepaskan atau menggeser pakaian yang menghambat aliran air ke siku adalah tindak yang diharuskan demi sahnya rukun.
