Sunan an-Nasai Hadits 1089 - Gerakan Sujud
Cara Nabi Turun ke Posisi Sujud dan Menegakkan Jari Kaki
Sunan an-Nasai : 1089
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1089
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَهْوَى إِلَى الْأَرْضِ سَاجِدًا جَافَى عَضُدَيْهِ عَنْ إِبِطَيْهِ وَفَتَخَ أَصَابِعَ رِجْلَيْهِ مُخْتَصَرٌ
Abu Humaid As Sa'idi Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila hendak turun untuk sujud maka Beliau merenggangkan lengan dari kedua ketiaknya dan menancapkan (menegakkan) jari-jemari kedua kakinya. (diringkas).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Disunnahkan untuk melebarkan lengan ke samping dan menjauhkannya dari ketiak saat mulai turun bersujud.
- Menekuk dan menegakkan jari-jemari kaki ke arah depan kiblat adalah salah satu bentuk postur yang menjaga kekuatan sujud.
- Sahabat sangat memperhatikan setiap perubahan gerak tubuh Nabi dari berdiri hingga menyentuh lantai sebagai panduan belajar ilmu agama.
