Sunan an-Nasai Hadits 1124 - Tata Cara Kesempurnaan Wudhu dan Shalat
Syarat Sahnya Shalat: Mulai dari Wudhu hingga Thuma'ninah
Sunan an-Nasai : 1124
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1124
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ أَبُو يَحْيَى بِمَكَّةَ وَهُوَ بَصْرِيٌّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ يَحْيَى بْنِ خَلَّادِ بْنِ مَالِكِ بْنِ رَافِعِ بْنِ مَالِكٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمِّهِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ قَالَ بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ وَنَحْنُ حَوْلَهُ إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَأَتَى الْقِبْلَةَ فَصَلَّى فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى الْقَوْمِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْكَ اذْهَبْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَذَهَبَ فَصَلَّى فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْمُقُ صَلَاتَهُ وَلَا يَدْرِي مَا يَعِيبُ مِنْهَا فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى الْقَوْمِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْكَ اذْهَبْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَأَعَادَهَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا فَقَالَ الرَّجُلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عِبْتَ مِنْ صَلَاتِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا لَمْ تَتِمَّ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ حَتَّى يُسْبِغَ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَيَغْسِلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَيَمْسَحَ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ يُكَبِّرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَيَحْمَدَهُ وَيُمَجِّدَهُ قَالَ هَمَّامٌ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ وَيَحْمَدَ اللَّهَ وَيُمَجِّدَهُ وَيُكَبِّرَهُ قَالَ فَكِلَاهُمَا قَدْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ قَالَ وَيَقْرَأَ مَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ مِمَّا عَلَّمَهُ اللَّهُ وَأَذِنَ لَهُ فِيهِ ثُمَّ يُكَبِّرَ وَيَرْكَعَ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ وَتَسْتَرْخِيَ ثُمَّ يَقُولَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ثُمَّ يَسْتَوِيَ قَائِمًا حَتَّى يُقِيمَ صُلْبَهُ ثُمَّ يُكَبِّرَ وَيَسْجُدَ حَتَّى يُمَكِّنَ وَجْهَهُ وَقَدْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ جَبْهَتَهُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ وَتَسْتَرْخِيَ وَيُكَبِّرَ فَيَرْفَعَ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِدًا عَلَى مَقْعَدَتِهِ وَيُقِيمَ صُلْبَهُ ثُمَّ يُكَبِّرَ فَيَسْجُدَ حَتَّى يُمَكِّنَ وَجْهَهُ وَيَسْتَرْخِيَ فَإِذَا لَمْ يَفْعَلْ هَكَذَا لَمْ تَتِمَّ صَلَاتُهُ
Rifa'ah bin Rafi' Diriwayatkan dari:
Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang duduk-duduk dan kami di sekelilingnya, tiba-tiba ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid dan menghadap ke kiblat, lalu shalat. Setelah selesai shalat ia datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil mengucapkan salam kepada beliau dan kepada kaum Muslimin, maka Beliau membalas salamnya lalu bersabda kepadanya: "Alaikassalam, kembalilah dan shalatlah lagi, sesungguhnya engkau belum shalat." Lalu ia pergi dan shalat lagi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengawasi shalatnya tanpa ia sadari kesalahannya!Setelah selesai dari shalatnya ia datang lagi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil mengucapkan salam kepadanya dan kepada kaum Muslimin, maka Beliau membalas salamnya lalu bersabda kepadanya, "'Alaikassalam, kembalilah dan shalatlah lagi, sesungguhnya, engkau belum shalat." la mengulanginya dua atau tiga kali, lantas orang tersebut berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apa yang engkau cela dari shalatku?"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Belum sempurna shalat salah seorang dari kalian hingga ia menyempurnakan wudlunya sebagaimana yang telah Allah Azza wa Jalla perintahkan, Membasuh wajahnya dan kedua tangannya sampai ke siku-sikunya, mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya sampai ke kedua mata kakinya, lalu bertakbir kepada Allah Azza wa Jalla -dan memuji serta mengagungkan-Nya- Pada lafadh lain: beliau mengatakan: lalu memuji Allah dan mengagungkan-Nya.Rifa'ah berkata: "Kedua (kalimat) tadi aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Lalu membaca Al Qur'an yang mudah baginya, yang diajarkan oleh Allah dan diizinkan-Nya. Kemudian bertakbir lalu ruku' hingga tenang persendiannya, kemudian mengucapkan, "Sami'allahu liman hamidah."Kemudian ia berdiri tegak hingga lurus punggungnya, lalu bertakbir dan sujud hingga menempelkan wajahnya -pada lafadh lain: dahinya- hingga tenang persendiannya, kemudian bertakbir dan bangkit dari sujud hingga duduk di tempatnya dan lurus punggungnya. Lantas bertakbir dan sujud lagi hingga menempel wajahnya dan tenang. Jika tidak melakukan seperti itu maka belum sempurna shalatnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wudhu yang dilakukan dengan sempurna adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum mendirikan shalat.
- Setiap gerakan shalat seperti ruku', i'tidal, dan sujud wajib dilakukan dengan tenang (thuma'ninah).
- Seseorang yang mengerjakan shalat dengan terburu-buru hingga menghilangkan thuma'ninah diwajibkan untuk mengulang shalatnya.
- Wajib hukumnya membaca bagian dari Al-Qur'an yang dikuasai dengan baik dalam pelaksanaan shalat.
