Sunan an-Nasai Hadits 1522 - Praktik Lengkap Shalat Khauf Ibnu Umar
Penjelasan Ringkas Pelaksanaan Shalat Khauf Berdasarkan Hadits Ibnu Umar
Sunan an-Nasai : 1522
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1522
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْبَرْقِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُوسُفَ قَالَ أَنْبَأَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ صَلَّى صَلَاةَ الْخَوْفِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَبَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَفَّ خَلْفَهُ طَائِفَةٌ مِنَّا وَأَقْبَلَتْ طَائِفَةٌ عَلَى الْعَدُوِّ فَرَكَعَ بِهِمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَةً وَسَجْدَتَيْنِ ثُمَّ انْصَرَفُوا وَأَقْبَلُوا عَلَى الْعَدُوِّ وَجَاءَتْ الطَّائِفَةُ الْأُخْرَى فَصَلَّوْا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ قَامَ كُلُّ رَجُلٍ مِنْ الطَّائِفَتَيْنِ فَصَلَّى لِنَفْسِهِ رَكْعَةً وَسَجْدَتَيْنِ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin 'Abdurrahim Al Barzi] dari ['Abdullah bin Yusuf] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Sa'id bin 'Abdul 'Aziz] dari [Az Zuhri] dia berkata: ['Abdullah bin 'Umar] menceritakan bahwasanya dia pernah shalat Khauf bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, dia berkata: "Beliau bertakbir dan sekelompok orang dari kami membuat barisan di belakangnya sedangkan kelompok yang lain menghadap ke arah musuh.Kemudian beliau ruku' satu kali dan sujud dua kali bersama mereka, lalu mereka (yang baru shalat) pergi untuk menghadapi musuh. Lalu datang kelompok (yang menghadap ke musuh) dan shalat satu rakaat dengan dua kali sujud bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, kemudian salam. Setelah itu kedua kelompok itu berdiri dan mereka semua mengerjakan (menyempurnakan) shalat sendiri-sendiri dengan satu kali ruku' dan dua kali sujud.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ketertiban pasukan dalam bertukar posisi sangat menentukan lancarnya jalannya ibadah dan kuatnya pengawasan keamanan.
- Komando salam yang diucapkan imam menjadi pertanda pasti bagi jamaah untuk bersiap menyempurnakan rakaat mandiri.
- Walaupun dikerjakan terpisah-pisah, niat awal jamaah tetap terhitung mengamalkan pahala shalat berjamaah.
