Sunan an-Nasai Hadits 1595 - Keutamaan Puasa Muharram dan Shalat Malam
Dua Amalan Sunnah Paling Utama Setelah Ibadah Wajib
Sunan an-Nasai : 1595
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1595
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ عَوْفٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadlan adalah puasa di bulan Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Puasa sunnah di bulan Muharram memiliki keutamaan paling tinggi dibandingkan puasa sunnah di bulan lainnya.
- Shalat malam atau tahajud menempati urutan pertama sebagai shalat sunnah terbaik setelah shalat wajib lima waktu.
- Hadits ini memotivasi kita untuk tidak hanya mencukupkan diri dengan ibadah fardhu, melainkan menambah bekal pahala dengan amalan sunnah unggulan.
