Sunan an-Nasai Hadits 1596 - Posisi Tertinggi Shalat Malam dan Puasa Muharram
Keutamaan Qiyamul Lail dan Puasa Bulan Muharram
Sunan an-Nasai : 1596
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1596
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي بِشْرٍ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي وَحْشِيَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ حُمَيْدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ الْمُحَرَّمُ أَرْسَلَهُ شُعْبَةُ بْنُ الْحَجَّاجِ
Humaid bin 'Abdurrahman Diriwayatkan dari:
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam, dan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadlan adalah puasa Muharram." Hadist ini dimursalkan oleh Syu'bah bin Hajaj.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kedudukan shalat malam sangat mulia dan berada tepat di bawah kedudukan shalat wajib.
- Bulan Muharram adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah puasa setelah Ramadhan berlalu.
- Mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mengejar keutamaan amal melalui shalat tahajud di setiap malam.
