Sunan an-Nasai Hadits 1598 - Amalan yang Paling Disukai Rasulullah
Pentingnya Konsistensi Beribadah dan Waktu Tahajud Nabi
Sunan an-Nasai : 1598
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1598
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَصْرِيُّ عَنْ بِشْرٍ هُوَ ابْنُ الْمُفَضَّلِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ الدَّائِمُ قُلْتُ فَأَيُّ اللَّيْلِ كَانَ يَقُومُ قَالَتْ إِذَا سَمِعَ الصَّارِخَ
Masruq Diriwayatkan dari:
Aku berkata kepada ['Aisyah] 'Amalan apakah yang paling disukai Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam? ' la menjawab: `Yang terus menerus (dilakukan) '. Aku bertanya lagi: 'Kapan (waktu) Rasulullah bangun untuk shalat malam? ' Ia menjawab: `Bila mendengar ayam berkokok'."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Konsistensi atau keistiqamahan dalam beribadah jauh lebih dihargai daripada amalan besar yang hanya dikerjakan sesekali lalu ditinggalkan.
- Waktu terbaik untuk memulai shalat malam atau tahajud adalah di sepertiga malam terakhir saat ayam jago mulai berkokok.
- Pentingnya meniru gaya hidup Rasulullah yang mampu mengatur waktu tidur dan ibadah malamnya dengan teratur.
