Sunan an-Nasai Hadits 1701 - Persiapan dan Pelaksanaan Witir Nabi
Membangun Kebiasaan Malam: Siwak, Wudhu, dan Witir Sembilan Rakaat
Sunan an-Nasai : 1701
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1701
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ عَبْدَةَ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّا نُعِدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِوَاكَهُ وَطَهُورَهُ فَيَبْعَثُهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَا شَاءَ أَنْ يَبْعَثَهُ مِنْ اللَّيْلِ فَيَسْتَاكُ وَيَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّي تِسْعَ رَكَعَاتٍ لَا يَجْلِسُ فِيهِنَّ إِلَّا عِنْدَ الثَّامِنَةِ وَيَحْمَدُ اللَّهَ وَيُصَلِّي عَلَى نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَدْعُو بَيْنَهُنَّ وَلَا يُسَلِّمُ تَسْلِيمًا ثُمَّ يُصَلِّي التَّاسِعَةَ وَيَقْعُدُ وَذَكَرَ كَلِمَةً نَحْوَهَا وَيَحْمَدُ اللَّهَ وَيُصَلِّي عَلَى نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَدْعُو ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيمًا يُسْمِعُنَا ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ قَاعِدٌ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Kami mempersiapkan siwak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan alat bersucinya, lalu Allah Azza wa Jalla membangunkannya sekehendak Dia membangunkan pada malam hari. kemudian beliau bersiwak dan berwudlu, lalu shalat sembilan rakaat tanpa duduk kecuali pada rakaat kedelapan. Setelah itu beliau memuji Allah dan mengucapkan shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan berdoa di antara rakaat-rakaat tersebut tanpa salam.Kemudian shalat rakaat yang kesembilan, lalu duduk ia (perawi) menyebutkan suatu kalimat yang semakna dan memuji Allah serta bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berdoa, kemudian salam yang terdengar oleh kami. Setelah itu beliau shalat lagi dua rakaat sambil duduk.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyiapkan perlengkapan ibadah seperti alat wudhu sebelum tidur sangat dianjurkan.
- Membersihkan mulut dengan siwak atau sikat gigi setelah bangun malam adalah sunnah Nabi.
- Duduk tasyahud dalam shalat malam hendaknya diisi dengan pujian kepada Allah dan shalawat.
- Kerja sama yang baik antara suami istri dalam mendukung ibadah adalah kunci keluarga yang berkah.
