Sunan an-Nasai Hadits 1736 - Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Keutamaan Shalat Sunnah Sebelum Zhuhur dan Fajar
Sunan an-Nasai : 1736
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1736
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ خَالَفَهُ عَامَّةُ أَصْحَابِ شُعْبَةَ مِمَّنْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ فَلَمْ يَذْكُرُوا مَسْرُوقًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan shalat empat rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat sebelum Fajar. Kebanyakan para pengikut Syu'bah menyelisihi riwayat Hadits ini, mereka tidak menyebutkan Masruq.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah sangat disiplin dan tidak pernah meninggalkan pelaksanaan shalat sunnah empat rakaat sebelum waktu Zhuhur.
- Shalat sunnah dua rakaat sebelum fajar atau qabliyah subuh adalah ibadah yang senantiasa dijaga kelestariannya oleh Nabi.
- Menjaga rutinitas shalat rawatib di kedua waktu ini merupakan bentuk peneladanan terhadap kebiasaan baik Rasulullah.
