Sunan an-Nasai Hadits 1766 - Mengganti Amalan Shalat Malam di Waktu Siang
Cara Rasulullah Mengqadha Shalat Malam Ketika Sedang Berhalangan
Sunan an-Nasai : 1766
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1766
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا لَمْ يُصَلِّ مِنْ اللَّيْلِ مَنَعَهُ مِنْ ذَلِكَ نَوْمٌ أَوْ وَجَعٌ صَلَّى مِنْ النَّهَارِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً
Aisyah Diriwayatkan dari:
Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengerjakan shalat malam karena tertidur atau sakit, maka Beliau shalat dua belas rakaat pada siang harinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sunnah yang dianjurkan untuk menambal amalan malam yang bolong akibat sakit atau terserang tidur.
- Tata cara pelaksanaan pengganti qadha dilakukan pada rentang di saat matahari memancarkan siang.
- Kesadaran kuat memelihara kesinambungan hubungan ibadah sunnah meski menemui rintangan raga.
