Sunan an-Nasai Hadits 1808 - Pandangan Terakhir Anas Kepada Rasulullah
Momen Terakhir Sahabat Menatap Wajah Rasulullah Sebelum Wafat
Sunan an-Nasai : 1808
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1808
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسٍ قَالَ آخِرُ نَظْرَةٍ نَظَرْتُهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَشْفُ السِّتَارَةِ وَالنَّاسُ صُفُوفٌ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَرَادَ أَبُو بَكْرٍ أَنْ يَرْتَدَّ فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ امْكُثُوا وَأَلْقَى السِّجْفَ وَتُوُفِّيَ مِنْ آخِرِ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَذَلِكَ يَوْمُ الِاثْنَيْنِ
Anas Diriwayatkan dari:
Terakhir aku memandang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika tabir terbuka dan orang-orang berbaris di belakang Abu Bakar -radliallahu 'anhu-, ketika Abu Bakar hendak mundur, beliau memberi isyarat kepada mereka agar tetap berada di tempat. Beliau melemparkan tabir dan wafat di penghujung hari itu, yaitu hari Senin.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pentingnya tetap menjaga shalat berjamaah meskipun dalam kondisi pemimpin tertinggi sedang sakit.
- Penunjukan secara tidak langsung bahwa Abu Bakar layak menjadi imam pengganti Rasulullah.
- Kecintaan dan perhatian Rasulullah kepada umatnya hingga menjelang wafat di hari Senin.
