Sunan an-Nasai Hadits 1862 - Ketentuan Ganjil Saat Memandikan Jenazah
Anjuran Membasuh Jenazah Secara Ganjil dan Memberi Wangian
Sunan an-Nasai : 1862
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1862
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَتْنَا حَفْصَةُ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ مَاتَتْ إِحْدَى بَنَاتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ إِلَيْنَا فَقَالَ اغْسِلْنَهَا بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاغْسِلْنَهَا وِتْرًا ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكِ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ شَيْئًا مِنْ كَافُورٍ فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي فَلَمَّا فَرَغْنَا آذَنَّاهُ فَأَلْقَى إِلَيْنَا حَقْوَهُ وَقَالَ أَشْعِرْنَهَا إِيَّاهُ وَمَشَطْنَاهَا ثَلَاثَةَ قُرُونٍ وَأَلْقَيْنَاهَا مِنْ خَلْفِهَا
Ummu 'Athiyyah Diriwayatkan dari:
Salah seorang puteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal dunia, lalu beliau mengutus kami, seraya bersabda: Mandikanlah ia dengan air dan bidara, dan mandikanlah dengan bilangan ganjil, tiga kali, lima kali atau tujuh kali -jika hal itu kalian anggap perlu-, dan pada terakhir kali dengan sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku."Setelah selesai, kami memberitahu beliau, lalu beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini." Kami mengepangnya menjadi tiga kepangan dan kami letakkan di belakangnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keluarga atau petugas berhak menambah bilasan jenazah menjadi lima atau tujuh asalkan bilangannya ganjil.
- Kapur barus diletakkan di basuhan paling ujung untuk mengunci aroma wangi pada tubuh jenazah.
- Rambut jenazah perempuan yang sudah dikepang diletakkan rapi menjuntai di bagian belakang atau punggungnya.
