Sunan an-Nasai Hadits 1861 - Mendahulukan Bagian Kanan Saat Memandikan Jenazah
Mendahulukan Anggota Wudhu dan Sebelah Kanan Pada Jenazah
Sunan an-Nasai : 1861
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1861
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ خَالِدٍ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي غَسْلِ ابْنَتِهِ ابْدَأْنَ بِمَيَامِنِهَا وَمَوَاضِعِ الْوُضُوءِ مِنْهَا
Ummu 'Athiyyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang memandikan puterinya, "Mulailah dengan bagian-bagian kanan tubuh dan tempat wudlu dari dirinya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Selalu mendahulukan membasuh anggota tubuh sebelah kanan adalah sunnah, baik untuk orang hidup maupun jenazah.
- Disyariatkan untuk mewudhukan tubuh sang jenazah secara perlahan sebelum ia dimandikan dengan air secara keseluruhan.
- Islam sangat memuliakan tubuh manusia, memastikan orang yang wafat bersih dan suci sempurna sebelum masuk ke liang lahad.
