Sunan an-Nasai Hadits 1922 - Pengaturan Iringan Jenazah
Aturan Jelas Mengiringi Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah
Sunan an-Nasai : 1922
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1922
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ زِيَادَ بْنَ جُبَيْرٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّهُ ذَكَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرَّاكِبُ خَلْفَ الْجَنَازَةِ وَالْمَاشِي حَيْثُ شَاءَ مِنْهَا وَالطِّفْلُ يُصَلَّى عَلَيْهِ
Al Mughirah bin Syu'bah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang menaiki kendaraan ia di belakang jenazah, sedangkan orang yang berjalan ia di tempat mana saja yang ia kehendaki, dan anak kecil di shalatkan -jika meninggal dunia-."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bagi mereka yang berkendara, posisi paling tepat adalah di belakang rombongan jenazah.
- Bagi pejalan kaki, diberikan keringanan untuk menempati sisi mana saja dari iringan jenazah.
- Pelaksanaan shalat jenazah tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga diperuntukkan bagi anak kecil yang wafat.
