Sunan an-Nasai Hadits 1936 - Pemimpin Menanggung Utang Umatnya
Kebijakan Rasulullah Melunasi Utang Umat dari Baitul Mal
Sunan an-Nasai : 1936
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1936
أَخْبَرَنَا نُوحُ بْنُ حَبِيبٍ الْقُوْمَسِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُصَلِّي عَلَى رَجُلٍ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَأُتِيَ بِمَيْتٍ فَسَأَلَ أَعَلَيْهِ دَيْنٌ قَالُوا نَعَمْ عَلَيْهِ دِينَارَانِ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ أَبُو قَتَادَةَ هُمَا عَلَيَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنَا أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ مَنْ تَرَكَ دَيْنًا فَعَلَيَّ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ
Jabir Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menshalati jenazah yang memiliki utang lalu didatangkan kepada beliau seorang yang telah meninggal, beliau bertanya: "Apakah ia masih memiliki utang?" mereka menjawab, "ya, ia memiliki utang dua dinar." Beliau bersabda: "Shalatilah sahabat kalian." Abu Qatadah berkata: "Dua dinar itu menjadi tanggunganku wahai Rasulullah!" lalu beliau menshalatinya.Setelah Allah memberi kemenangan kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Aku lebih berhak terhadap setiap mu'min dari dirinya sendiri, barangsiapa meninggalkan utang, menjadi tanggunganku dan barang siapa yang meninggalkan harta, untuk ahli warisnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kepemimpinan dalam Islam sangat mengedepankan tanggung jawab untuk membantu rakyat yang berada dalam kesulitan finansial, bahkan setelah mereka meninggal.
- Utang sebesar dua dinar sudah cukup untuk membuat Nabi menolak menshalati jenazah di masa awal Islam.
- Harta yang didapat dari kemenangan Islam digunakan untuk meringankan beban utang kaum muslimin.
