Sunan an-Nasai Hadits 1938 - Hukum Menshalati Pelaku Bunuh Diri

Peringatan Nabi Terhadap Shalat Jenazah Orang yang Bunuh Diri

Sunan an-NasaiNomor Hadis 1938

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ عَنْ ابْنِ سَمُرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَتَلَ نَفْسَهُ بِمَشَاقِصَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا أَنَا فَلَا أُصَلِّي عَلَيْهِ

Ibnu Samurah Diriwayatkan dari:

Seorang laki-laki bunuh diri dengan mata tombak, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Adapun aku, tidak akan menshalatinya."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Mengakhiri nyawa sendiri adalah perbuatan yang sangat diharamkan dan mendatangkan kemurkaan Allah serta Rasul-Nya.
  • Nabi Muhammad menolak mendoakan pelaku bunuh diri agar tidak ada orang yang berani meniru tindakan buruk tersebut.
  • Meskipun dilarang oleh agama, hukum fikih tetap membiarkan sahabat lain menshalatinya karena ia masih berstatus muslim.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami