Sunan an-Nasai Hadits 1946 - Mengumumkan Berita Duka Cita
Hukum Mengumumkan Kematian untuk Tujuan Shalat Ghaib
Sunan an-Nasai : 1946
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1946
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَعَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجَاشِيَّ لِأَصْحَابِهِ بِالْمَدِينَةِ فَصَفُّوا خَلْفَهُ فَصَلَّى عَلَيْهِ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ ابْنُ الْمُسَيَّبِ إِنِّي لَمْ أَفْهَمْهُ كَمَا أَرَدْتَ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan kematian An Najasyi kepada para sahabat di Madinah, lalu mereka berbaris di belakang beliau, kemudian menshalatinya dan bertakbir empat kali. Abu Abdurrahman berkata: 'Aku belum mengerti tentang Ibnu Musayyab sebagaimana yang kamu maksudkan.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Memberitahukan kabar kematian seorang muslim kepada khalayak ramai dibenarkan jika tujuannya mengundang jamaah untuk menyalatkan.
- Shalat ghaib dengan empat kali takbir merupakan tata cara pasti yang diajarkan Rasulullah tanpa adanya perubahan.
- Persatuan dan kekompakan barisan kaum muslimin di Madinah tampak nyata saat mereka dengan cepat berkumpul mendoakan saudara ghaib mereka.
