Sunan an-Nasai Hadits 1963 - Urutan Bacaan Shalat Jenazah
Tata Cara dan Urutan Shalat Jenazah Sesuai Sunah
Sunan an-Nasai : 1963
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1963
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّهُ قَالَ السُّنَّةُ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يَقْرَأَ فِي التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى بِأُمِّ الْقُرْآنِ مُخَافَتَةً ثُمَّ يُكَبِّرَ ثَلَاثًا وَالتَّسْلِيمُ عِنْدَ الْآخِرَةِ أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوَيْدٍ الدِّمَشْقِيِّ الْفِهْرِيِّ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ قَيْسٍ الدِّمَشْقِيِّ بِنَحْوِ ذَلِكَ
Abu Umamah Diriwayatkan dari:
Yang sesuai sunnah pada shalat jenazah adalah membaca Al Fatihah pada takbir pertama dengan suara pelan, kemudian bertakbir tiga kali dan mengucapkan salam pada rakaat terakhir. Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Ibnu Syihab] dari [Muhammad bin Suwaid Ad Dimasyqi Al Fihri] dari [Dlahhak bin Qais Ad Dimasyqi] seperti itu juga.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membaca surat Al-Fatihah lebih utama jika dibaca dengan suara pelan pada takbir yang pertama.
- Total takbir shalat jenazah adalah empat kali takbir yang diselingi dengan doa-doa untuk jenazah.
- Setiap shalat jenazah wajib ditutup dengan bacaan salam pada urutan yang terakhir.
