Sunan an-Nasai Hadits 1979 - Menguburkan Orang Tua yang Wafat dalam Kesesatan
Hukum dan Kisah Menguburkan Kerabat yang Meninggal dalam Keadaan Musyrik
Sunan an-Nasai : 1979
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1979
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَقَ عَنْ نَاجِيَةَ بْنِ كَعْبٍ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ عَمَّكَ الشَّيْخَ الضَّالَّ مَاتَ فَمَنْ يُوَارِيهِ قَالَ اذْهَبْ فَوَارِ أَبَاكَ وَلَا تُحْدِثَنَّ حَدَثًا حَتَّى تَأْتِيَنِي فَوَارَيْتُهُ ثُمَّ جِئْتُ فَأَمَرَنِي فَاغْتَسَلْتُ وَدَعَا لِي وَذَكَرَ دُعَاءً لَمْ أَحْفَظْهُ
Ali Diriwayatkan dari:
Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, paman engkau, orang tua yang sesat telah meninggal dunia! Siapa yang menguburkannya?" beliau bersabda: "Pergilah, lalu kuburkan bapakmu dan janganlah sekali-kali kamu melakukan suatu hal, hingga kamu datang menemuiku."Kemudian aku menguburkannya dan datang menemuinya, lalu beliau memerintahkanku untuk mandi, aku mandi dan beliau berdoa untukku. Beliau menyebutkan suatu doa yang tidak aku hafal."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang muslim diperbolehkan untuk mengurus dan memakamkan jenazah keluarga atau orang tuanya meskipun musyrik.
- Seorang muslim disunnahkan untuk segera mandi setelah selesai menguburkan kerabatnya yang musyrik.
- Hanya boleh memakamkan secara fisik, tanpa melakukan tindakan tambahan lain pada jenazah orang musyrik tersebut.
