Sunan an-Nasai Hadits 2047 - Orang Mati Mendengar
Dialog Nabi dengan Jasad Pasukan Kafir di Sumur Badar
Sunan an-Nasai : 2047
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2047
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كُنَّا مَعَ عُمَرَ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ أَخَذَ يُحَدِّثُنَا عَنْ أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُرِينَا مَصَارِعَهُمْ بِالْأَمْسِ قَالَ هَذَا مَصْرَعُ فُلَانٍ إِنْ شَاءَ اللَّهُ غَدًا قَالَ عُمَرُ وَالَّذِي بَعَثَهُ بِالْحَقِّ مَا أَخْطَئُوا تِيكَ فَجُعِلُوا فِي بِئْرٍ فَأَتَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَادَى يَا فُلَانُ بْنَ فُلَانٍ يَا فُلَانُ بْنَ فُلَانٍ هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا فَإِنِّي وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِي اللَّهُ حَقًّا فَقَالَ عُمَرُ تُكَلِّمُ أَجْسَادًا لَا أَرْوَاحَ فِيهَا فَقَالَ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ
Anas Diriwayatkan dari:
Kami pernah bersama [Umar] berada di antara Mekkah dan Madinah, ia segera bercerita kepada kami tentang orang-orang yang meninggal dunia pada perang Badar. Lalu ia berkata: " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam benar-benar memperlihatkan kepada kami tempat terbunuh mereka kemarin, beliau bersabda: 'Ini adalah tempat terbunuh si fulan - insya Allah - besok.'Umar berkata: 'Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, apa kesalahan mereka itu sehingga di masukkan ke dalam sumur?. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi mereka seraya memanggil, 'Wahai fulan bin fulan, Wahai fulan bin fulan, Apakah kalian benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabb kalian? Sungguh benar-benar aku telah mendapatkan yang dijanjikan Allah kepadaku.' Umar lalu berkata: 'Engkau berbicara dengan jasad yang tidak ada ruhnya? ' maka beliau bersabda: 'Kalian tidak lebih mendengar dari mereka terhadap apa yang ku katakan'."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Janji kemenangan dari Allah dan kekalahan bagi orang kafir pasti akan selalu terbukti kebenarannya.
- Atas kehendak Allah, orang yang telah wafat dapat memiliki kemampuan untuk mendengar ucapan orang hidup.
- Kematian dalam keadaan ingkar berujung pada kehinaan, seperti nasib tokoh-tokoh Quraisy di sumur Badar.
