Sunan an-Nasai Hadits 2168 - Qiyamul Lail
Ampunan Dosa Masa Lalu Melalui Ibadah Qiyamul Lail di Bulan Suci
Sunan an-Nasai : 2168
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2168
أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang melakukan qiyamullail di bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa membuka pintu ampunan seluas-luasnya melalui ibadah salat sunnah di malam-malam Ramadan.
- Mengharapkan pahala atau ihtisab bermakna seorang hamba tidak merasa terpaksa atau menjadikan salat malam sebagai sebuah beban pikiran.
- Upaya menghidupkan malam bulan Ramadan dengan salat merupakan bentuk nyata sebuah keimanan dari hamba kepada Sang Pencipta.
