Sunan an-Nasai Hadits 2270 - Toleransi Perbedaan Saat Puasa Musafir
Indahnya Toleransi Berpuasa Saat Safar Menurut Sunan An-Nasai 2270
Sunan an-Nasai : 2270
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2270
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ قَالَ كُنَّا نُسَافِرُ فِي رَمَضَانَ فَمِنَّا الصَّائِمُ وَمِنَّا الْمُفْطِرُ لَا يَعِيبُ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلَا يَعِيبُ الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ
Abu Sa'id Diriwayatkan dari:
Kami pernah bepergian pada -bulan- Ramadlan, lalu di antara kami ada yang berpuasa dan ada yang berbuka, orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka dan orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kita sangat dianjurkan untuk menghargai pilihan ibadah orang lain, khususnya dalam hal keringanan puasa saat safar.
- Jangan mudah mencela atau merasa lebih baik dari orang lain hanya karena perbedaan pilihan yang sama-sama dibenarkan oleh syariat.
- Kebersamaan dan persaudaraan sesama muslim tetap bisa terjalin dengan erat meskipun ada perbedaan dalam menjalankan keringanan ibadah.
