Sunan an-Nasai Hadits 2271 - Sikap Menghargai Puasa Musafir
Sikap Saling Menghargai Saat Puasa Musafir dalam Sunan An-Nasai 2271
Sunan an-Nasai : 2271
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2271
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ يَعْقُوبَ الطَّالْقَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيُّ عَنْ أَبِي مَسْلَمَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ كُنَّا نُسَافِرُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمِنَّا الصَّائِمُ وَمِنَّا الْمُفْطِرُ وَلَا يَعِيبُ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلَا يَعِيبُ الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ
Abu Sa'id Diriwayatkan dari:
Kami pernah melakukan perjalanan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu di antara kami ada yang berpuasa dan ada yang tidak dan orang yang berpuasa tidak mencela orang yang tidak puasa.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pentingnya menghindari perdebatan atau sikap saling mencela dalam hal-hal yang memiliki kelonggaran pilihan dalam agama Islam.
- Sahabat Nabi memberikan teladan langsung tentang bagaimana bersikap dewasa dan tenang dalam menyikapi perbedaan amalan.
- Agama memberikan kebebasan memilih, sehingga sangat tidak pantas bagi kita untuk memaksakan satu amalan kepada orang lain.
