Sunan an-Nasai Hadits 2319 - Kesinambungan Puasa
Keluwesan Rasulullah dalam Menjalankan Puasa Sunnah
Sunan an-Nasai : 2319
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2319
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ أَخْبَرَنِي ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ الْغِفَارِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْرُدُ الصَّوْمَ فَيُقَالُ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ فَيُقَالُ لَا يَصُومُ
Usamah bin Zaid Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa terus menerus, dikatakan: "Beliau tidak berbuka, " dan -ketika- beliau berbuka, dikatakan: "Beliau tidak berpuasa."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak masalah jika kita rajin berpuasa di hari tertentu dan meninggalkannya di hari yang lain.
- Orang lain tidak berhak menghakimi cara kita menjadwalkan ibadah puasa sunnah.
- Kenyamanan fisik dan kelonggaran waktu adalah hal yang diperhatikan dalam ibadah sunnah.
