Sunan an-Nasai Hadits 2495 - Kondisi Sedekah Paling Utama
Inilah Kondisi Saat Sedekahmu Bernilai Paling Besar Pahalanya
Sunan an-Nasai : 2495
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2495
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَأْمُلُ الْعَيْشَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Seseorang bertanya: "Wahai Rasulullah! Sedekah apa yang paling utama?" Beliau menjawab: 'Kamu bersedekah padahal saat itu kamu dalam keadaan sehat dan sangat berat untuk bersedekah (bakhil), kamu mendambakan kehidupan dan takut fakir.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sedekah terbaik tidak dilakukan saat menjelang ajal, melainkan saat fisik kita masih sangat kuat dan bugar.
- Mampu melawan rasa pelit di dalam hati adalah kunci utama meraih pahala sedekah yang berlipat ganda.
- Berbagi di saat kondisi kita sendiri khawatir akan masa depan membuktikan keimanan yang amat tangguh.
