Sunan an-Nasai Hadits 2733 - Menyiapkan Unta Kurban di Madinah
Proses Pengiriman Unta Kurban dan Ketentuan Ihram
Sunan an-Nasai : 2733
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2733
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا قَاسِمٌ وَهُوَ ابْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا أَفْلَحُ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَتَلْتُ قَلَائِدَ بُدْنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيَّ ثُمَّ قَلَّدَهَا وَأَشْعَرَهَا وَوَجَّهَهَا إِلَى الْبَيْتِ وَبَعَثَ بِهَا وَأَقَامَ فَمَا حَرُمَ عَلَيْهِ شَيْءٌ كَانَ لَهُ حَلَالًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Menganyam beberapa kalung budn Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan kedua tanganku, kemudian beliau mengalunginya dan melukainya sebagai pertanda hewan kurban serta menghadapkannya ke Ka'bah, serta mengirimkannya. Beliau bermukim dan tidak ada sesuatupun yang haram baginya yang dahulunya halal baginya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keterlibatan langsung istri dalam mempersiapkan unta kurban suami merupakan amalan yang bernilai pahala kebaikan.
- Hewan unta sunnah diberi dua tanda sekaligus, yakni dikalungi (taqlid) dan dilukai sedikit punuknya (is'ar).
- Menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat saat hendak dikirimkan adalah bagian dari adab berkurban di tanah suci.
