Sunan an-Nasai Hadits 290 - Mencuci Darah Haid dengan Daun Bidara
Cara Mencuci Darah Haid di Pakaian Shalat Menggunakan Daun Bidara
Sunan an-Nasai : 290
Sunan an-NasaiNomor Hadis 290
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الْمِقْدَامِ ثَابِتٌ الْحَدَّادُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ قَيْسٍ بِنْتَ مِحْصَنٍ أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضِ يُصِيبُ الثَّوْبَ قَالَ حُكِّيهِ بِضِلَعٍ وَاغْسِلِيهِ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
Ummu Qais binti Mihshan Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sufyan] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abu Miqdam Tsabit Al Haddad] dari [Adi bin Dinar] dia berkata: Saya mendengar [Ummu Qais binti Mihshan] bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang darah yang mengenai baju? Beliau menjawab: "Kerok dengan tulang, lalu cuci dengan air dan sidr (daun bidara)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Darah haid yang sudah mengering di baju sebaiknya dikerok terlebih dahulu agar bentuk fisik najisnya rontok.
- Dianjurkan menggunakan pembersih alami seperti daun bidara (atau sabun di masa kini) untuk memastikan noda darah benar-benar bersih.
- Islam mengajarkan kebersihan fisik yang maksimal namun tetap memberikan cara-cara pencucian yang masuk akal dan mudah.
