Sunan an-Nasai Hadits 2987 - Keringanan Thawaf Bagi Wanita Lemah
Keringanan Bertolak dari Muzdalifah Bagi Wanita dan Orang Lemah
Sunan an-Nasai : 2987
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2987
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَنْبَأَنَا مَنْصُورٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّمَا أَذِنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِسَوْدَةَ فِي الْإِفَاضَةِ قَبْلَ الصُّبْحِ مِنْ جَمْعٍ لِأَنَّهَا كَانَتْ امْرَأَةً ثَبِطَةً
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengizinkan Saudah untuk melakukan thawaf ifadhah sebelum subuh dari Muzdalifah, karena ia adalah wanita yang lambat geraknya".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam sangat mengutamakan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya yang memiliki keterbatasan.
- Wanita dan orang dengan fisik yang lemah diperbolehkan meninggalkan Muzdalifah lebih awal sebelum waktu subuh.
- Nabi Muhammad SAW sangat penyayang dan selalu mempertimbangkan keselamatan fisik jamaah saat beribadah.
