Sunan an-Nasai Hadits 353 - Istihadhah Adalah Hentakan Rahim
Darah Penyakit Terjadi Akibat Hentakan dari Dalam Rahim
Sunan an-Nasai : 353
Sunan an-NasaiNomor Hadis 353
أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ وَهُوَ ابْنُ بَكْرِ بْنِ مُضَرَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ الَّتِي كَانَتْ تَحْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَأَنَّهَا اسْتُحِيضَتْ لَا تَطْهُرُ فَذُكِرَ شَأْنُهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ وَلَكِنَّهَا رَكْضَةٌ مِنْ الرَّحِمِ لِتَنْظُرْ قَدْرَ قَرْئِهَا الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُ لَهَا فَلْتَتْرُكْ الصَّلَاةَ ثُمَّ تَنْظُرْ مَا بَعْدَ ذَلِكَ فَلْتَغْتَسِلْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Ummu Habibah binti Jahsy -istri Abdurrahman bin Auf- mengalami istihadhah dan tidak suci, sehingga hal itu diadukan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu Beliau bersabda kepadanya: "Ini bukan haidl, tetapi hentakan rahim. Hendaklah dia memperhatikan kebiasaan masa-masa haidlnya tiba maka tinggalkan shalat kemudian melihat apa yang terjadi setelah itu, lalu hendaknya mandi setiap akan shalat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pendarahan istihadhah terjadi karena gangguan fisik seperti masalah pembuluh di rahim, dan hal itu sama sekali bukan haid.
- Wanita tidak perlu merasa bersalah melaksanakan ibadah shalat walau darah menetes, asalkan jadwal haid normal sudah lewat.
- Mandi bersih di tiap waktu shalat sangat dianjurkan bagi penderita penyakit ini untuk keabsahan maksimal bersuci.
