Sunan an-Nasai Hadits 3660 - Ketentuan Hibah Umra untuk Pewaris
Hukum Kepemilikan Hibah Umra bagi Pewaris Penerima
Sunan an-Nasai : 3660
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3660
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ طَاوُسًا يُحَدِّثُ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى هِيَ لِلْوَارِثِ
Zaid bin Tsabit Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:"'Umra adalah untuk pewaris."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hibah berstatus mutlak dan berpindah kepemilikan secara penuh kepada sang penerima.
- Pewaris dari penerima hibah berhak mewarisi harta umra tersebut setelah ia wafat.
- Islam menghapus kebiasaan menarik kembali hadiah dari penerima yang telah meninggal.
