Sunan an-Nasai Hadits 3661 - Harta Umra Menjadi Hak Sang Pewaris
Pemindahan Hak Milik Hibah Umra kepada Pewaris
Sunan an-Nasai : 3661
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3661
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ طَاوُسًا يُحَدِّثُ عَنْ حُجْرٍ الْمَدَرِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى لِلْوَارِثِ
Zaid bin Tsabit Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "'Umra adalah untuk pewaris."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Harta pemberian umra dihitung sebagai harta warisan bagi keluarga penerima.
- Seseorang tidak diperkenankan mengambil kembali barang yang telah ia berikan sebagai hadiah seumur hidup.
- Transaksi pemberian dalam Islam menjamin perlindungan hukum bagi hak kepemilikan.
