Sunan an-Nasai Hadits 3674 - Larangan Ruqba dan Kepemilikan Penerimanya
Larangan Ruqba dan Peralihan Hak Milik Penerima
Sunan an-Nasai : 3674
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3674
أَخْبَرَنِي عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَالَ أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ زِيَادِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرُّقْبَى وَقَالَ مَنْ أُرْقِبَ رُقْبَى فَهُوَ لَهُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari ruqba. Beliau bersabda: "Barangsiapa diberi dengan sistem ruqba maka sesuatu sesuatu tersebut menjadi miliknya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sistem pemberian ruqba yang bergantung pada siapa yang meninggal duluan adalah hal terlarang.
- Akad bersyarat yang bertentangan dengan ajaran Islam akan dibatalkan syaratnya, namun pemberiannya tetap sah.
- Tidak boleh mendoakan atau mengharapkan kematian orang lain demi keuntungan duniawi.
