Sunan an-Nasai Hadits 3707 - Komitmen Menjaga Lisan dari Sumpah Syirik
Cara Para Sahabat Merespons Aturan Sumpah dalam Islam
Sunan an-Nasai : 3707
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3707
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ قَالَ عُمَرُ فَوَاللَّهِ مَا حَلَفْتُ بِهَا بَعْدُ ذَاكِرًا وَلَا آثِرًا
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Yazid] dan [Sa'id bin 'Abdurrahman] dan lafazhnya adalah lafazh Sa'id, mereka berdua berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [ayahnya] dari [Umar] bahwa nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan bapak-bapak kalian." Umar berkata: "Demi Allah, aku tidak bersumpah dengannya sejak itu, baik dengan menyebutkan maupun menceritakan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kita diwajibkan untuk meninggalkan segala ucapan yang bernada syirik, termasuk sumpah atas nama makhluk.
- Seorang mukmin harus memiliki komitmen kuat untuk tidak mengulangi kesalahan setelah tahu hukumnya.
- Tidak diperbolehkan menirukan atau menceritakan kembali sumpah terlarang meskipun hanya sekadar cerita.
