Sunan an-Nasai Hadits 3887 - Kemuliaan Aisyah Menjadi Saksi Turunnya Wahyu
Keistimewaan Aisyah: Turunnya Wahyu di Rumahnya
Sunan an-Nasai : 3887
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3887
أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ الصَّغَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا شَاذَانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أُمَّ سَلَمَةَ لَا تُؤْذِينِي فِي عَائِشَةَ فَإِنَّهُ وَاللَّهِ مَا أَتَانِي الْوَحْيُ فِي لِحَافِ امْرَأَةٍ مِنْكُنَّ إِلَّا هِيَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " wahai Ummu Salamah, janganlah engkau menyakitiku mengenai diri Aisyah, karena demi Allah, sesungguhnya tidaklah datang kepadaku wahyu dalam selimut seorang wanita diantara kalian kecuali dia."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kejadian turunnya wahyu saat sedang bersama Aisyah membuktikan kesucian dan tingginya derajat beliau di hadapan Allah.
- Menyakiti dan memprotes kehormatan orang yang dicintai oleh Rasulullah adalah sebuah kesalahan yang bisa melukai hati beliau.
- Setiap keutamaan berupa kelebihan iman atau ilmu yang diberikan kepada manusia adalah hak prerogatif dari Allah.
