Sunan an-Nasai Hadits 3920 - Dosa Awal Pembunuhan
Dosa Jariyah bagi Manusia Pertama yang Mencontohkan Pembunuhan
Sunan an-Nasai : 3920
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3920
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الْأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا وَذَلِكَ أَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak ada jiwa yang terbunuh secara zhalim kecuali anak Adam yang pertama menanggung darahnya, dan hal tersebut karena ia adalah orang pertama yang melakukan pembunuhan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seseorang akan ikut menanggung beban dosa jika ia mencontohkan perbuatan buruk yang ditiru orang lain.
- Tindakan zalim seperti membunuh memiliki pertanggungjawaban dosa yang mengalir panjang hingga hari kiamat.
- Agama melarang keras tindakan yang merugikan, terlebih lagi kejahatan yang merampas nyawa orang lain.
- Umat Islam diajarkan untuk selalu menjadi contoh yang baik agar mendapat aliran pahala, bukan dosa.
