Sunan an-Nasai Hadits 4067 - Hak Bani Hasyim & Bani Muththalib
Kedudukan Sama Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib di Mata Nabi
Sunan an-Nasai : 4067
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4067
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُ جَاءَ هُوَ وَعُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَلِّمَانِهِ فِيمَا قَسَمَ مِنْ خُمُسِ حُنَيْنٍ بَيْنَ بَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَسَمْتَ لِإِخْوَانِنَا بَنِي الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ وَلَمْ تُعْطِنَا شَيْئًا وَقَرَابَتُنَا مِثْلُ قَرَابَتِهِمْ فَقَالَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَرَى هَاشِمًا وَالْمُطَّلِبَ شَيْئًا وَاحِدًا قَالَ جُبَيْرُ بْنُ مُطْعِمٍ وَلَمْ يَقْسِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِبَنِي عَبْدِ شَمْسٍ وَلَا لِبَنِي نَوْفَلٍ مِنْ ذَلِكَ الْخُمُسِ شَيْئًا كَمَا قَسَمَ لِبَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي الْمُطَّلِبِ
Jubair bin Muth'im Diriwayatkan dari:
Ia dan Utsman datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbicara kepadanya mengenai apa yang beliau bagikan dari seperlima bagian pada perang Hunain antara Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib bin abdu Manaf.Mereka berkata: wahai Rasulullah, engkau telah membagi untuk saudara-saudara kami yaitu Bani Al Muththalib bin Abdu Manaf dan tidak memberikan kepada kami sedikitpun, sedangkan kerabat kami seperti kerabat mereka. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada mereka: "Sesungguhnya saya melihat Hasyim dan Al Muththalib sebagai sesuatu yang satu."Jubair berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberikan bagian untuk Bani Abdu Syams dan Bani Naufal dari seperlima tersebut sedikitpun sebagaimana beliau membagi untuk Hasyim dan Bani Al Muththalib.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hak pembagian harta dzil qurba secara khusus ditetapkan oleh Rasulullah untuk Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib.
- Bolehnya mengutarakan pertanyaan atau protes dengan sopan kepada pemimpin jika ada kebijakan yang dirasa belum dipahami.
- Ketetapan pemimpin (Rasulullah) dalam urusan agama harus diterima, meski berbeda dengan harapan logika kita.
