Sunan an-Nasai Hadits 441 - Wajib Wudhu Jika Menyentuh Kemaluan

Perintah Berwudhu Setelah Menyentuh Kemaluan

Sunan an-NasaiNomor Hadis 441

أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى فَرْجِهِ فَلْيَتَوَضَّأْ

Busrah binti Shafwan Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya dengan tangannya, hendaklah berwudlu."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Menjaga kesucian diri adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum menghadap Allah dalam shalat.
  • Menyentuh kemaluan secara langsung membatalkan wudhu seseorang sehingga harus berwudhu kembali.
  • Umat Islam dianjurkan untuk selalu teliti dan berhati-hati dalam menjaga keabsahan wudhunya.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami