Sunan an-Nasai Hadits 4465 - Batas Lima Wasaq pada Jual Beli Araya
Ketentuan Batas Lima Wasaq dalam Praktik Araya
Sunan an-Nasai : 4465
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4465
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي الْعَرَايَا أَنْ تُبَاعَ بِخِرْصِهَا فِي خَمْسَةِ أَوْسُقٍ أَوْ مَا دُونَ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan keringanan dalam 'araya agar dijual dengan penaksirannya, lima wasaq atau kurang dari lima wasaq.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Transaksi barter 'araya sangat dibatasi jumlahnya, yaitu maksimal hanya lima wasaq atau kurang.
- Pembatasan jumlah wasaq ini bertujuan kuat mencegah praktik penimbunan dan monopoli buah kurma.
- Keringanan agama hanya ditujukan untuk menolong kebutuhan dasar, bukan untuk komersial yang berlebihan.
