Sunan an-Nasai Hadits 454 - Cukup Amalkan yang Wajib untuk Masuk Surga
Kunci Kesuksesan: Jalankan Perintah Wajib Tanpa Dikurangi
Sunan an-Nasai : 454
Sunan an-NasaiNomor Hadis 454
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ طَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ ثَائِرَ الرَّأْسِ نَسْمَعُ دَوِيَّ صَوْتِهِ وَلَا نَفْهَمُ مَا يَقُولُ حَتَّى دَنَا فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ قَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ قَالَ وَصِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ قَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُ قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ وَذَكَرَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّكَاةَ قَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ وَهُوَ يَقُولُ وَاللَّهِ لَا أَزِيدُ عَلَى هَذَا وَلَا أَنْقُصُ مِنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ
Thalhah bin 'Ubaidullah Diriwayatkan dari:
Seseorang yang rambutnya acak-acakan -dari penduduk Najed- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kami mendengar logat suaranya, tetapi kami tidak paham dengan perkataannya hingga dia mendekat dan ternyata dia bertanya tentang Islam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: Shalat lima kali sehari semalam. Dia bertanya lagi: "Apakah ada kewajiban bagiku selainnya?" Rasulullah menjawab: "Tidak ada kecuali kamu mau melakukan sunnah-sunnahnya."Rasulullah menambahkan puasa bulan Ramadhan, dia berkata: "apakah ada kewajiban lain bagiku?" Rasulullah menjawab: "Tidak ada kecuali kamu mau melakukannya secara sukarela (puasa sunnah)." Selanjutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan tentang zakat dan dia berkata: "Apakah ada kewajiban yang lain bagiku?" Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak, kecuali kamu mau melakukannya secara sukarela." Kemudian dia mundur ke belakang sambil berkata: "Demi Allah aku tidak akan menambah atau mengurangi hal tersebut." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dia selamat jika jujur."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kunci utama untuk masuk surga adalah dengan menjaga ibadah yang difardhukan dengan penuh kejujuran dan disiplin.
- Agama tidak pernah memaksa hamba-Nya di luar kewajiban pokok, kecuali atas keinginan hamba itu sendiri.
- Tidak masalah meninggalkan amalan sunnah selama ibadah lima waktu dan rukun Islam lainnya dijaga ketat.
