Sunan an-Nasai Hadits 4602 - Harta Milik Pribadi Adalah Hak Penuh
Prioritas Hak Kepemilikan Terhadap Harta Sendiri
Sunan an-Nasai : 4602
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4602
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مُوسَى بْنِ السَّائِبِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ أَحَقُّ بِعَيْنِ مَالِهِ إِذَا وَجَدَهُ وَيَتْبَعُ الْبَائِعُ مَنْ بَاعَهُ
Samurah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seseorang itu lebih berhak terhadap hartanya jika ia mendapatinya, dan seorang penjual menuntut orang yang menjualnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hak kepemilikan yang sah dari seseorang tidak akan hilang atau batal meskipun barang tersebut sempat dicuri pihak lain.
- Pemilik sah adalah orang yang paling berhak untuk menyita dan mengambil kembali barangnya jika berhasil ditemukan wujudnya.
- Pembeli yang merasa tertipu berhak dan diizinkan menuntut balik uangnya kepada si penjual pertama yang berbuat curang.
