Sunan an-Nasai Hadits 466 - Praktik Qashar Shalat dan Penggunaan Sutrah
Qashar Shalat Dzuhur dan Ashar Serta Adab Memakai Sutrah
Sunan an-Nasai : 466
Sunan an-NasaiNomor Hadis 466
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْهَاجِرَةِ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى إِلَى الْبَطْحَاءِ فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ
Abu Juhaifah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah keluar -pada tengah hari (setelah matahari condong)- Ibnu Mutsanna berkata: "ke Bathha, lalu beliau berwudlu dan mengerjakan shalat Zhuhur dua raka'at, juga shalat Ashar dua raka'at, dan dihadapannya ada tombak."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Meringkas shalat Dzuhur dan Ashar menjadi dua rakaat di perjalanan siang hari merupakan bagian dari tuntunan Rasulullah.
- Mengambil wudhu dengan sempurna di alam terbuka tetap menjadi syarat sah sebelum mendirikan ibadah shalat.
- Menggunakan alat penghalang atau sutrah sangat disarankan saat shalat di ruang terbuka agar kenyamanan beribadah tetap terjaga.
