Sunan an-Nasai Hadits 4756 - Anak Tidak Mewarisi Dosa
Keadilan Hukum Islam: Anak Tidak Dihukum Atas Kesalahan Ibunya
Sunan an-Nasai : 4756
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4756
أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ وَهُوَ ابْنُ زِيَادِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ طَارِقٍ الْمُحَارِبِيِّ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ الَّذِينَ قَتَلُوا فُلَانًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَخُذْ لَنَا بِثَأْرِنَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ لَا تَجْنِي أُمٌّ عَلَى وَلَدٍ مَرَّتَيْنِ
Thariq Al Muharibi Diriwayatkan dari:
Seseorang berkata: "Wahai Rasulullah, mereka adalah Bani Tsa'labah yang membunuh Fulan pada masa Jahiliyah, maka lakukanlah pembalasan untuk kami, lalu beliau mengangkat tangan beliau hingga terlihat putih ketiaknya, beliau bersabda: "Tidaklah seorang anak dihukum karena kejahatan ibunya, " sebanyak dua kali.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam menghapus aturan balas dendam berantai dari masa sebelum Islam (Jahiliyah).
- Seorang anak terlahir suci dan tidak menanggung kejahatan atau dosa yang dilakukan oleh orang tuanya.
- Sikap tegas pemimpin sangat diperlukan saat menghapus tradisi masyarakat yang keliru dan bertentangan dengan agama.
