Sunan an-Nasai Hadits 4920 - Sifat Malu Sebagai Bukti Keimanan

Mengapa Rasa Malu Menjadi Bukti Keimanan Seseorang?

Sunan an-NasaiNomor Hadis 4920

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

Abu Hurairah Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Rasa malu adalah salah satu cabang dari keimanan."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Rasa malu yang sesuai syariat adalah cerminan dari kekuatan iman seseorang.
  • Kehilangan rasa malu bisa menyebabkan seseorang mudah melakukan perbuatan tercela.
  • Akhlak yang baik dan keyakinan hati berjalan beriringan dalam bingkai iman.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami