Sunan an-Nasai Hadits 4931 - Tanda Kesempurnaan Iman: Mencintai Saudara
Kesempurnaan Iman Diukur dari Sejauh Mana Kita Peduli Pada Saudara Kita
Sunan an-Nasai : 4931
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4931
أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ حُسَيْنٍ وَهُوَ الْمُعَلِّمُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ مِنْ الْخَيْرِ
Musa bin Abdur Rahman Diriwayatkan dari:
Telah mengkhabarkan kepada kami [Musa bin Abdur Rahman], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Husain yaitu Al Mua'allim] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keimanan seseorang sangat berkaitan erat dengan sikap kepeduliannya terhadap sesama muslim.
- Kita dianjurkan untuk selalu mendoakan kebaikan bagi saudara kita seperti kita mendoakan diri sendiri.
- Sifat iri dan dengki sangat bertentangan dengan prinsip kesempurnaan iman yang diajarkan Rasulullah.
