Sunan an-Nasai Hadits 4946 - Menggunung Pahala Mengurus Jenazah
Pahala Sebesar Gunung Uhud Bagi yang Setia Mengurus Jenazah
Sunan an-Nasai : 4946
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4946
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَّامٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ يَعْنِي ابْنَ يُوسُفَ بْنِ الْأَزْرَقِ عَنْ عَوْفٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا فَصَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ انْتَظَرَ حَتَّى يُوضَعَ فِي قَبْرِهِ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ أَحَدُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ رَجَعَ كَانَ لَهُ قِيرَاطٌ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barang siapa yang mengikuti jenazah seorang muslim karena keimanan dan mengharapkan pahala, lalu dia menshalatkannya, kemudian menunggu hingga disemayamkan dalam kuburnya, maka baginya pahala dua qirath, salah satunya seperti Gunung Uhud. Dan barang siapa yang menshalatkannya kemudian dia kembali (pulang) maka baginya pahala satu qirath."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyalatkan dan mengikuti proses pemakaman jenazah adalah kegiatan berpahala raksasa yang kadang sering kita sepelekan.
- Bentuk solidaritas dan kepedulian sosial kita kepada sesama muslim harus tetap dipertahankan sampai saudara kita berada di liang lahat.
- Setiap amal sosial kemasyarakatan harus tetap dikerjakan dengan didasari iman serta niat yang ikhlas, bukan karena ingin dianggap baik oleh orang yang ditinggalkan.
