Sunan an-Nasai Hadits 5143 - Sejarah Nabi Membelah Rambut
Sejarah dan Sunnah Cara Membelah Rambut Menurut Rasulullah
Sunan an-Nasai : 5143
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5143
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْدُلُ شَعْرَهُ وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ يَفْرُقُونَ شُعُورَهُمْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ مُوَافَقَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ فِيمَا لَمْ يُؤْمَرْ فِيهِ بِشَيْءٍ ثُمَّ فَرَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membiarkan rambutnya terurai, sementara orang-orang musyrik membelah rambut mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya suka berkesesuaian dengan orang-orang ahli kitab dalam hal-hal yang tidak ada perintah di dalamnya, setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membelah rambutnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi sempat lebih senang mengikuti kebiasaan gaya orang yang memiliki kitab suci untuk mencari simpati dan kesamaan.
- Pada ujungnya, Nabi memilih membelah rambut beliau sebagai tata cara penampilan rambut harian yang ditetapkan.
- Mengatur rambut panjang dengan memberinya belahan di kepala merupakan bagian dari sunnah gaya rambut Rasulullah.
